Jangan Terjebak: Menuhankan Hawa Nafsu

Semoga kita tidak masuk golongan yang suka menafsirkan AL-QURAN dengan membabi buta semoga kita di dunia tidak dilumat oleh aparat dan umat, tidak di hujat sbg pengkianat, dan semoga ketika sekarat nyawa tidak disendat2 malaikat maut.. dan semoga diakhirat bisa selamat.

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. (QS 96:6-7)

Barangsiapa melakukan kebaikan seberat atom, maka ia akan melihatnya, dan barangsiapa melakukan kejahatan seberat atom, maka ia akan melihatnya.  (QS 99:7-8)

Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutup atas penglihatannya? Siapakah yang akan memberinya petunjuk selain Allah? (QS 45:23)

Ketika kita merasa sombong telah memiliki ilmu yang cukup, ketika kita menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan maka Allah mengunci mati pendengaran dan hati kita, sehingga apapun kata orang tentang kebenaran “kita akan berusaha menyangkalnya” baik sadar atau tidak. Terutama jika kita “ditokohkan” orang banyak, kita akan terjebak dalam pilihan-pilihan sulit, menjadi sombong dan jauh dari bertobat karena “malu mengakui kesalahan”.

Tinggalkan Balasan