Bahayanya Bangkai Tikus

Di musim hujan, tikus berkembang pesat dan banyak berkeliaran baik di desa maupun di kota. Penyakit yang bisa ditularkan olehnya, yaitu leptospirosis, sudah pernah muncul beberapa tahun lalu di Jawa Barat. Namun, tak semua masyarakat mengenal penyakit yang kerap disebut penyakit tikus ini.

Dari Maimunah istri Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bahwa ada seekor tikus yang jatuh ke dalam samin (sejenis mentega), lalu mati. Kemudian hal itu ditanyakan kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan beliau menjawab: “Buanglah tikus dan samin yang ada di sekitarnya, dan makanlah (samin yang tersisa).” Riwayat Bukhari. Ahmad dan Nasa’i menambahkan: Dalam samin yang beku.

Islam menganjurkan umatnya menjaga kebersihan. Dalam hadis di atas, menjelaskan bahwa jika  tikus jatuh ke dalam samin, maka buanglah tikus dan sekitarnya jika samin itu beku, dan janganlah mendekatinya bila samin itu cair.  Al-Quran juga menegaskan:
 

QS-16-An-Nahl ayat 115. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) BANGKAI, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Islam mengijinkan umatnya membunuh tikus, sesuai yang diriwayatkan dalam hadis sbb.:

Abdullah bin Umar mengatakan bahwa Hafshah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Ada lima jenis binatang yang tidak berdosa jika seseorang membunuhnya, yaitu gagak, burung rajawali, tikus, kalajengking, dan anjing gila.'”

Yang terpenting, janganlah membuang bangkai di sembarang tempat. Bagaimana bahayanya penyakit tikus ini? Mengutip tulisan http://www.kompas.com tanggal  2 maret 2007 sbb:

Dokter Hadi Jusuf dari Bagian Infeksi Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin mengatakan, leptospirosis disebabkan oleh kuman Leptospira dari berbagai hewan mamalia, tetapi yang paling populer berasal dari tikus.

Ada 16 jenis kuman Leptospira yang bisa menginfeksi manusia. Namun, yang cukup banyak ditemukan di Indonesia sebanyak tujuh jenis. Kuman ini awalnya menginfeksi binatang mamalia, salah satunya tikus. Tikus yang terinfeksi akan mengeluarkan air kencing yang mengandung kuman tersebut. Kuman Leptospira dari tikus kemudian bisa terbawa aliran air sungai, selokan, dan lainnya.

Kuman ini biasa masuk melalui kulit yang luka atau selaput lendir tenggorokan dan mata. Ketika berada dalam tubuh manusia, kuman akan mengebor jaringan tubuh dan menghasilkan enzim tertentu, lalu masuk ke daerah otak, jantung, hati, atau organ tubuh lainnya.

Kerusakan organ inilah yang menyulitkan dan memperparah sakit si pasien. Organ yang rusak harus diperbaiki melalui berbagai terapi. Namun, jika cukup parah, kerusakan organ bisa menyebabkan kematian. Itu sebabnya, penyakit ini harus segera ditangani. Jika pendeteksiannya cepat, sesungguhnya leptospirosis mudah disembuhkan dan antibiotiknya tersedia dengan harga murah. Gejala leptospirosis antara lain demam mendadak, kulit kemerahan, dan pegal otot.

Leptospirosis tidak menular dari manusia ke manusia. Untuk mencegahnya, kita cukup membiasakan hidup bersih, menutup semua makanan dan air minum dengan rapi untuk menghindari dimakan atau dilewati tikus, serta membiasakan memasak makanan dan minuman dengan baik. “Kalau sanitasinya bagus, kemunculan penyakit ini bisa dicegah,” kata Hadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: