Allah Menghancurkan Bumi

Dia Allah yang berkuasa menciptakan, merencanakan, mengaturnya, dan menghancurkannya.
Sungguh dan sungguh mudah bagi Allah menciptakan langit dan bumi, semudah Allah menciptakan hari kiamat. .Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main (Al Anbiyaa’ ayat 16).

Salahsatu cara Allah melakukan penghancuran bumi ini, bisa jadi seperti isyarat Al-Qur’an 14 abad yang lalu telah menjelaskan bagaimana jagadraya ini diciptakan dan bagaimana jagadraya ini dihancurkan. : Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan (Al-Qamar ayat 1).

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber api) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, orbit, garis edar) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak (Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah). Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Yunus ayat 5)Ilmuwan astronomi mdern menyatakan, bumi pada beberapa abad terakhir semakin mendekati matahari secara perlahan-lahan. Sedangkan bulan, jaraknya lebih dekat dengan matahari akan menjadi korban pertama dari tarikan matahari dan meninggal kan grafitasi bumi sehingga tidak lagi berputar mengelilingi bumi.

Telah kita ketahui juga, pasangsurut air laut dipengaruhi bulan bukan? bisa dibayangkan dahsyatnya perubahan permukaan air laut ketika bulan menjauhi bumi atau mendekati bumi secara mendadak, ataupun ketika bulan tidak lagi berputar mengelilingi bumi.

  • Dan apabila lautan dijadikan meluap (At-Takwiir ayat 06).

Bulan tetap akan terbelah, baik disebabkan: bulan jatuh ke bumi, atau pun bulan terlempar dari orbitnya (bumi) sehingga pindah mengelilingi matahari dan bulan akan ditarik matahari dengan sangat kuat. Keseimbangan bumi dan jagadraya akan terganggu …. Inilah awal hari kiamat.

  • Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur (Al Haaqqah ayat 14)..

  • Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan. (Muzammil ayat 14).

  • Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, (AL Mursalaat ayat 10)

Allah telah menciptakan langit sebagai atap untuk menahan benda-benda angkasa (meteor) tidak menumbuk bumi dengan tujuh lapisan udara sebagai tameng (yang juga dibenarkan ilmuwan modern abad 20an). Tujuh langit di permukaan bumi diciptakan sebagai atap yang terpelihara, dan segala yang berada di langit akan dijaga oleh Allah dengan peraturan dan hukum-hukum yang menyebabkan dapat berjalannya dengan teratur dan tertib.

  • Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis (AL-Mulk ayat 3)

  • Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap (Al-Baqarah ayat 22)

  • Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara (Al-Anbiyaa’ ayat 32)

Allah pula yang akan menjadikan atap tersebut menjadi lemah, seakan tidak adanya lagi kekuatan langit menahan benda2 langit, karena manzilah-manzilah yang ditetapkan Allah dengan sangat ilmiah tersebut tidak lagi teratur. Sampai pada akhirnya: apabila matahari telah digulung (At-Takwiir ayat 01). Menjadi tanda kiamat seluruh alam ini…. dahsyatnya…benturan2 antar benda langit – dan terbelahlah langit!!!

  • Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah (Al Haaqqah ayat 16).

  • Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak (AR Rahmaan ayat 37).

  • Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak, dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan) (Al-Ma’aarij ayat 9-10)

Langit menjadi samudra api merah menyala yang membakar, dipenuhi kilatan2 yang menyilaukan di antara samudra asap dan debu seperti luluhan perak (gelap kehitaman). Langit kembali seperti sa’at awal proses terjadinya jagadraya yang digambarkan ilmuwan moder berasal dari nebula (asap).

  • Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap (Fush Shilat ayat 11)

Dia Allah yang berkuasa menciptakan, merencanakan, mengaturnya, dan menghancurkannya. Apakah kita masih tidak percaya? bahwa Al-Qur’an datangnya dari sang Maha Pencipta Alam ini? dan kiamat pastilah datang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: